Dalam
mengembangkan Enzo, Ferrari menetapkan dua target performa yang
akan diaplikasikan pada sebuah mobil ultra-cepat: meningkatkan
daya cengkeram pada belokan menengah-cepat dengan meningkatkan
downforce (dinamika lateral) dan pada kecepatan yang sangat tinggi
melebihi 350 km/h (dinamika longitudinal). Artinya, konfigurasi
aerodinamis dengan dua karakteristik yang berbeda harus saling
mendukung pada mobil yang sama.
Pada mobil balap Formula 1, masalah
ini diselesaikan dengan menggunakan sayap-sayap dan aksesoris
aerodinamik khusus untuk setiap sirkuit balap. Akan tetapi pada
Enzo, semua itu harus tersedia dalam sebuah konfigurasi tunggal.
Oleh karena itu, dikembangkanlah sebuah konsep aerodinamika aktif
dan terintegrasi.
Konfigurasi downforce tinggi didapat
dari sebuah set-up aerodinamika dasar yang dikembangkan pada basis
konsep kontemporer untuk definisi mobil balap yang dikombinasikan
dengan keahlian Ferrari Gestione Sportiva.
Kondisi aerodinamika yang optimal dapat dijaga tingkat kestabilannya
dengan sebuah fitur elastik khusus dari perancangan mobil dan
kontrol aerodinamik.
Selagi kecepatan mobil terus bertambah
dari rendah-menengah ke cepat-sangat cepat, para engineer harus
dapat memastikan bahwa mobil tersebut mendapat kondisi aerodinamis
yang optimal (downforce maksimum yang didapat dari sebuah distribusi
beban yang optimal) dengan memvariasikan kekakuan dan jarak ketinggian
mobil dari tanah.
Selagi kecepatan terus bertambah
tinggi, set-up aerodinamik ini diatur oleh aksi kombinasi dari
komponen mekanik dan oleh kontrol aktif pada spoiler.
Pada kecepatan yang sangat tinggi,
kontrol spoiler aktif (pada sayap depan dan belakang) membatasi
beban vertikal, sehingga jarak ketinggian minimum mobil dari tanah
selalu terjaga.
Sepasang flaps diletakkan di silde
depan dan sebuah spoiler belakang yang dapat diatur secara langsung
untuk menjaga beban dan keseimbangan mobil.
|